 |
| Sumber: Google |
Mantan Ketua
DPR RI Setya Novanto mengaku akan mengungkap secara detail dan sejelas-jelasnya
terkait keterlibatan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam
kasus korupsi Bank Century yang telah merugikan negara triliunan rupiah.
Setya Novanto mengaku memiliki banyak data dan fakta yang sangat akurat dan siap
untuk membongkar kasus Bank Century, Dan untuk itu, ia mengklaim bahwa ia siap
untuk bekerja sama dengan KPK untuk segera menyelesaikan kasus Century.
Hal itu pun
disampaikan oleh Setya Novanto pada saat dirinya sedang menjawab pertanyaan
dari beberapa media publik yang membahas kekemungkinannya Susilo Bambang
Yudhoyono terlibat dalam kasus pemberian persetujuan penetapan pemberian
Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada Bank Century.
"Nanti
saya akan ungkap sejelasnya di KPK nanti," kata Novanto (sapaan akrab
Setya Novanto) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (14/9).
Pria
kelahiran Bandung Setya Novanto itu meyakini kalau dirinya memiliki banyak
fakta yang sangat kuat dan akurat mengenai orang-orang yang terlibat dalam
kasus Bank Century. Karena pada kala itu Setya Novanto masih menjabat sebagai
Ketua Fraksi Golkar di DPR RI, dan ketua pansus yang saat itu ditunjuk
langsung.
"(Saya yakin) sangat kuat
(datanya)," ujarnya dengan singkat.
Menurut
Setya Novanto, kasus bailout Bank Century itu terjadi pada era Pemerintahan
SBY, yang telah melibatkan beberapa pihak. Maka dari itu harusnya ada tersangka
lain dalam kasus tersebut melainkan terpidana Budi Mulya.
"Ya
(ada) keterlibatan (pihak lain) hampir tentunya KKSK juga ada," ucapnya.
SBY terlibat
itu menurut Novanto, dikarenakan kebijakan itu dulu diputuskan sesuai dengan
izin dan harus sepengetahuan Presiden RI ke-6 dengan memerintahkan Menteri
Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia pada masa itu.
"Saat
itu jaman SBY dan sekretaris Raden Pardede dan ibu menteri keuangan. Dan itu
emang ada dan dipisahkan antara kebijakan yang (diputuskan) pada hari Jumat,
Sabtu dan Minggu, uang itu dikeluarkan. Nah itu kuncinya disitu," tegas
Novanto.
Setya pun
merasa adanya janggal, Kenapa KPK sampai sekarang tidak segera untuk menetapkan
tersangka baru dalam kasus Century, seharusnya berdasarkan urutan nama-nama
yang terlibat sudah ketahuan. Dan hal tersebut bisa diungkap juga yang pelaku
lain dan ikut serta dalam kasus Century.
"Ini
kan sebenarnya urutannya sudah kelihatan. Sebenarnya bisa diungkap secepat
mungkin," tukasnya.
"Novanto
juga mengaku siap memberikan bantuan kepada KPK apabila menemukan kesulitan
dalam mengungkap pelaku lain dalam kasus Century.
"Saya
yakin KPK bisa cepat dengan bantuan kami. Apalagi waktu itu saya sangat kooperatif dan
berkoordinasi sampai itu selesai," tegas Novanto.
"Ya
tentunya saya punya data dan fakta akurat yang bisa saya berikan," tambah
dia.
Hingga saat
ini pun KPK belum menetapkan tersangka baru dalam kasus Century padahal sudah
adanya putusan terhadap terdakwa Budi Mulya atas dugaan tindak pidana korupsi
Bank Century.
Padahal
dalam surat dakwaan Budi Mulya itu Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede
dkk bersamanya, sebagaimana terhitung dalam surat dakwaan atas nama terdakwa
Budi Mulya.
Ketua KPK
Agus Rahardjo sebelumnya pernah mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan
hasil pengamatan terkait dengan kasus korupsi dalam pemberian persetujuan
penetapan pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada PT Bank Century.
Hasil kajian
tersebut telah dibahas pula di tingkat pimpinan pada Mei 2018, setelah adanya
putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.