![]() |
| Dream.co.id |
Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) membuat orang tua harus mendampingi anaknya dengan ekstra. Sayangnya, momen yang seharusnya membahagiakan justru
sebaliknya membuat anak maupun orang tua pusing.
Metode pembelajaran jarak jauh seperti memberikan tantangan
tersendiri bagi orang tua dan anak, termasuk memahami pelajaran sekolah, kendala teknis, serta kondisi
mental.
Berdasarkan penelitian terbaru dari Common Sense Media dan
Boston Consulting Group, sekitar 15 juta hingga 16 juta siswa sekolah negeri
K-12 di AS tinggal di rumah dengan koneksi internet yang tidak memadai.
Tak hanya disitu, pembelajaran jarak jauh juga
membuat anak-anak dan orang tua tidak mudah mengendalikan emosi mereka. Siapapun yang
memiliki anak usia sekolah mungkin bisa memahami hal yang membingungkan seperti
sekarang.
"Menjaga anak saya yang berusia sembilan tahun pada
tugas telah menjadi tantangan terbesar," kata Sareh Baca, manajer
portofolio dari Atlanta.
Para orang tua pada 2020 harus bekerja lebih keras dari
biasanya. Tantangan menjadi lebih kompleks ketika pendamping juga sekaligus
harus bekerja dari rumah.
Lisa Cantrell, direktur pemasaran di Douglasville, Georgia,
mengatakan matematika menjadi satu tantangan terbesar bagi anak berusia
sembilan dan 12 tahun. "Mereka masih marah jika saya tidak mengerti apa
yang mereka coba jelaskan kepada saya," ujarnya.
Metode matematika Common Core mengharuskan anak-anak
mengelompokkan angka untuk memecahkan masalah aritmatika, bukan dengan metode
vertikal yang biasa dilakukan kebanyakan
orang dewasa. Pendekatan ini melampaui komputasi sederhana untuk menekankan
konsep matematika yang lebih dalam.
"Putra kami di kelas dua belajar matematika menggunakan
metode pengelompokan dan suami saya harus mempelajarinya. Dia bilang itu
berlawanan dengan intuisi," kata Monique Owens dari Mableton, Georgia.
Di antara banyak orang tua yang mengandalkan bantuan pihak
luar, Brian Federico, direktur manajemen produk dari Atlanta, bisa menangani masalah
ini dengan cukup mudah.
"Saya mengajar aljabar saya di kelas empat untuk
memecahkan beberapa masalah karena cara lain sulit untuk dipelajari," kata
dia.
Di luar itu, orang tua sebagai pihak lebih dewasa tentunya
harus lebih mampu menjadi titik sentral yang dapat ditiru. Orang tua adalah
teladan bagi anak dalam masa sulit saat ini.
"Anda menjadi segalanya bagi anak Anda," kata Amy
Persinger, seorang praktisi perawat dari Bethesda, Maryland.
Untuk tetap berkepala dingin dalam menghadapi si anak. Orang
tua bisa melakukan sedikit olahraga, tidur, dan mempertahankan pola makan yang
baik setiap harinya. Karena jika hanya melihat terlalu jauh ke masa depan,
maka akan mudah kewalahan.
Orang tua perlu mendapat wawasan tentang bagaimana anak-anak
belajar dan apa kekurangan serta kekuatan mereka. Anak-anak harus belajar
banyak tentang ketahanan dan fleksibilitas.
Sumber: ayobandung.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar